Koperasi Desa Menjadi Wadah Sinergi dalam Pemulihan Pariwisata Badung

Oleh Admin JBB
1 Maret 2024
Koperasi Desa Menjadi Wadah Sinergi dalam Pemulihan Pariwisata Badung

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keindahan alam dan kondisi  geografis yang membuat Indonesia menjadi salah satu negara terindah di Dunia. Berdasarkan  analisis yang dilakukan oleh situs Inggris, Money.co.uk. dalam laporan bertajuk Natural Beauty  Report yang dipublikasi pada 7 Februari 2022 menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara  terindah di dunia karena memiliki lebih dari 17.000 pulau dengan garis pantai lebih dari 50.000  kilometer (National Geographic.id, 2022). Kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak  pesona keindahan dan sumber daya alam memberikan peluang Indonesia sebagai negara tujuan  wisata. Keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia juga menjadi salah satu daya tarik  wisata kultural yang mampu mendorong keinginan wisatawan mancanegara untuk berwisata ke  Indonesia (Leonandri and Rosmadi, 2018).  

Sektor pariwisata saat ini telah menjadi aspek penting dalam kemajuan ekonomi suatu  negara. Pariwisata juga menjadi pilihan utama dalam pengembangan wilayah. Perkembangan  pariwisata telah mengalami banyak perubahan baik perubahan pola, bentuk dan sifat kegiatan  perjalanan destinasi wisata, dan lain-lain. Pembangunan suatu daerah dapat membuka daya tarik  wisata baru bagi para wisatawan, baik wisatawan asing maupun lokal. Potensi pariwisata di  Indonesia yang amat sangat melimpah dapat mengangkat ekonomi negara apabila setiap  obyeknya dikelola dengan baik oleh pemerintah maupun pihak-pihak disekitar obyek wisata  tersebut sehingga banyaknya kunjungan wisatawan akan berpengaruh pada naiknya devisa  negara.  

Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten dengan potensi pariwisata yang  sangat baik. Sektor pariwisata menyumbang hampir 70% dari total Pendapatan Asli Daerah  (PAD) Kabupaten Badung (Tribunnews, 2015). Seperti yang ditunjukankan Gambar 1. 

pariwisata di Kabupaten Badung menjadikan Badung sebagai kabupaten dengan Pendapatan Asli  Daerah (PAD) terbesar di Provinsi Bali (BPS, 2020). Namun dikarenakan pandemi covid 19  yang terjadi diseluruh dunia melumpuhkan sektor pariwisata yang merupakan tulang punggung  perkonomian Kabupaten Badung. Gambar 1 juga menunjukan bahwa terjadi penuruan PAD  Kabupaten Badung selama tahun 2019-2020. Kondisi tersebut tentunya tidak membuat  Kabupaten Badung berdiam diri, ditengah cobaan tersebut Kabupaten Badung mencoba tetap  survive dengan segala keterbatasan yang ada.  

Dengan keterbatasan tersebut Kabupaten Badung mencoba mengoptimalkan sektor  lainnya seperti sektor pertanian, perikanan, dan kelautan, sejalan dengan yang telah diamanatkan  oleh Visi Misi Kabupaten Badung ke-sembilan yakni “Memperkuat pembangunan bidang  pertanian, perikanan dan kelautan yang bersinergi dengan kepariwisataan berbasis budaya” 

(Dispar Badung, 2020). Melalui visi dan misi tersebut dapat tergambar bahwa sinergitas menjadi  suatu hal yang penting untuk membangun Kabupaten Badung terkhusus dalam membangun  sektor Pariwisata sebagai sektor unggulan di Badung. 

Senergi merupakan kata yang sederhana namun memiliki makna yang dalam. Menurut  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sinergi berarti melakukan kegiatan atau operasi  gabungan. Walton (1999) mendefinisikan bahwa sinergi adalah suatu proses interaksi dan upaya  kerja sama yang menghasilkan suatu keseimbangan yang harmonis sehingga bisa menghasilkan  sesuatu yang optimum. Yang perlu menjadi perhatian sinergi tidak hanya terkait menciptakan  kolaborasi bersama namun juga harus diperhatikan kualitas sinerginya. Kualitas sinergi  dihasilkan oleh perilaku kelompok yang belajar inovatif dan intensitas kerja sama kelompok  tersebut. Hal ini berarti bahwa untuk mendukung pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten  Badung sinergi dengan sektor lainnya sangat diperlukan. Namun sinergi yang perlu dibangun  tidak sebatas antar sektor melainkan diperlukan sinergi antara unit terkecil di dalam sektor  pariwisata itu sendiri.  

Desa wisata, Desa Kreatif, dan Daya Tarik Wisata merupakan bagian yang tak  terpisahkan dari sektor pariwisata. Kolaborasi antara tiga unit tersebut dapat menjadi kekuatan  untuk mendukung pemulihan pariwisata di Kabupaten Badung dengan catatan terdapat wadah  yang tepat untuk mengelola dan memfasilitasi masing-masing potensi dan daya tarik yang ada.  Koperasi merupakan salah satu wadah yang tepat untuk membangun sinergi antara Desa wisata,  Desa Kreatif, dan Daya Tarik Wisata di suatu wilayah.  

Koperasi merupakan sistem yang telah lama lekat dengan budaya masyarakat Indonesia dengan asas yang bersifat kekeluargaan (Sumiati and Anom, 2018). Melalui koperasi di tingkat  desa mekanisme perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dapat dilakukan  dalam satu wadah (Sumiati and Anom, 2018). Masyarakat di desa akan terlibat langsung sebagai  anggota yang ikut serta mengelola koperasi dengan implikasi dapat menumbuhkan rasa memiliki  masyarakat desa terhadap kegiatan pariwisata di daerahnya. Jenis koperasi yang dibentuk dapat berupa koperasi Produksi dan Jasa. Melalui koperasi produksi dapat dioptimalkan potensi produk-produk kreatif yang dihasilkan oleh Desa Kreatif. Kemudian, melalui koperasi jasa  masyarakat dapat mengoptimalkan kegiatan jasa seperti akomodasi, trasnportasi, tour guide, dll di lokasi Desa Wisata. Tentunya melalui koperasi ini setiap anggotanya memiliki kesempatan  untuk memperoleh pendapatan dengan sistem pemerataan yang adil sehingga perlahan dapat  membantu masyarakat desa meningkatkan kesejahteraannya pasca pandemi covid 19 (Kirana and  Saskara, 2017).  

Penulis: Ni Putu Peggy Liliyani

Sumber gambar: Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di Provinsi Bali (Ribu Rupiah),  2018-2020 (BPS 2020). 

 

 

Kategori: Pariwisata Bali