Kuta; Benteng Budaya Bali Sebagai Primadona Destinasi Wisata Dunia

Oleh Admin JBB
20 Februari 2023
Kuta; Benteng Budaya Bali Sebagai Primadona Destinasi Wisata Dunia

Badung merupakan Kabupaten yang ada di Bali yang memiliki banyak desa dan mencerminkan kekayaan alam dari bumi pertiwi. Kini kawasan pedesaan di Kabupaten Badung dijadikan sebagai objek wisata bagi wisatawan nusantara ataupun mancanegara yang dimana laksana sebuah keris pariwisata membentang dari ujung selatan hingga ujung utara. Pengembangan pariwisata khususnya di Kabupaten Badung tidak hanya diorientasikan terhadap pengembangan kesejahteraan masyarakat sekitar, namun juga tetap menjaga, memelihara nilai-nilai luhur dan harmoni dari kearifan lokal masyarakat melalui Tri Hita Karana sebagai ajaran Agama Hindu yang memiliki arti tiga hal penyebab kehidupan harmonis untuk meraih kebahagiaan. Ketiga hal yang dimaksud yakni parahyangan, hubungan antara manusia terhadap Tuhan guna kembalinya pariwisata Bali. Pawongan, hubungan antara manusia terhadap sesamanya guna menguatkan pariwisata Bali. Serta palemahan, hubungan antara manusia terhadap alam lingkungannya.

Seperti hal nya Kuta yang dulunya belum memiliki fasilitas publik yang memadai sebagai tempat kunjungan wisata. Dimana warga Kuta sebagian besar menggeluti kehidupannya sebagai nelayan dan petani dengan pantai kotor dan jalanan seperti kubangan kerbau. Namun, kini warga Kuta sudah menangkap peluang yang sangat besar. Kuta berkembang pesat sebagai kota dengan cita rasa dunia yang tetap teguh menjaga adat, budaya, agama dan tradisinya. Desa Adat Kuta mewilayahi 13 banjar adat dan memiliki krama tamiu (penduduk pendatang) dengan jumlah yang cukup besar. Kuta memiliki lembaga adat yang kuat, Desa Adat Kuta menjadi penjaga benteng adat, budaya, serta ritual keagamaan Bali di Kuta. Inilah yang menjadi daya tarik wisatawan datang ke Bali, disamping juga karena pesona keindahan alamnya.

Pantai Kuta nan elok di kaki Bali sebagai primadona tempat wisata bahari mancanegara. Pesona senja dan alunan ombak di Pantai Kuta menjadi pelopor pariwisata Pulau Bali yang juga sebagai ikon Pariwisata Indonesia dengan hamparan pasir putih yang indah nan asri menjadikan pantai ini sebagai habitat asli untuk para penyu hijau. Selain itu, pesona wisata bahari Pantai Kuta juga di barengi dengan ritual Upacara Ngaben yang bisa di saksikan secara langsung di Setra Desa Adat Kuta. Upacara Ngaben merupakan tradisi pembakaran mayat bagi umat Hindu di Bali guna mempercepat pengembalian unsur- unsur Panca Maha Bhuta ke asalnya.

Terdapat pula ritual keagamaan yang dipercaya oleh masyarakat Bali khususnya masyarakat Kuta seperti hal nya dengan ritual penyambutan Tahun Baru Saka atau Hari Raya Nyepi, salah satunya adalah Upacara Melasti di Pantai Kuta yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali. Ini merupakan upacara adat yang bertujuan untuk menyucikan diri dan membersihkan alam dari energi negatif yang biasanya dilakukan secara bersama- sama sedesa adat Bali. Upacara Melasti menjadi bentuk permohonan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa agar umat Hindu diberikan kekuatan dalam melangsungkan Hari Raya Nyepi. Upacara melasti ini juga mampu membimbing umat Hindu dalam menjaga hubungannya dengan aspek Tri Hita Karana karena alam dan manusia saling berhubungan.

Dalam pemulihan pariwisata Kabupaten Badung menciptakan sinergitas daya tarik wisata yang sehat, bersih, dan aman menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Namun sinergitas dan usaha bersama dalam berbagai elemen juga menjadi support system yang utama. Perpaduan keindahan pasir putih, gelombang laut, cahaya senja mentari dengan prosesi budaya di tepian Pantai Kuta bak lukisan semesta sandya kala, menjadikan Kuta sebagai destinasi wisata yang sulit dilupakan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kuta.

Kreator: Indira Chintya Nik Arsana Putri

Kategori: Pariwisata Bali, Destinasi Wisata